lagi ditulis di draft . tunggu rilis ny ..
dari tepi sebuah jurang
Posted in Uncategorized on September 5, 2009 by wakierdari tepi sebuah jurang
aku
melihat putih dan hitam
tersandung akar
menginjak langit
jatuh di khatulistiwa
indonesia ..
dari tepi sebuah jurang
aku
coba selami lautan
terlempar badai kemiskinan
coba lawan kemiskinan
terbentur karang kebodohan
coba tembus kebodohan
tersayat angin kelaparan
coba tahan itu lapar
mati ..
dari tepi sebuah jurang
aku
sudah capek melawan
istirahat saja atau selamanya
lebih asyik ikut arus ini
biar sampai ke hilir
biar busuk aku disana
lalu aku terjun ke dalam jurang ,
belum nampak dasarnya aku sudah bertemu marah arwah para pahlawan
bung tomo maju berhadapku
seperti pidatonya di 10 november ia menggelegar
” hei bung, kami berjuang bukan untuk melihat bung menyerah disini. kami berjuang agar bung melanjutkannya diatas sana!”
tak apalah aku tak sampai kehilir
akan kubuat perahu untukmu

bangkit! lawan apa yang musti dilawan?!
akief al-fatih
25/08/09
warnet depan pom bensin jatikramat
berikan pijar matahari
Posted in Uncategorized on Juli 29, 2009 by wakierTerhimpit gelak tertawa
Diselah meriah pesta
Seribu gembel ikut menari
Seribu gembel terus bernyanyi
Keras melebihi lagu tuk berdansa
Keras melebihi gelegar halilintar
Yang ganas menyambar
Kuyakin pasti terlihat
Dansa mereka begitu dekat
Kuyakin pasti terdengar
Nyanyi mereka yang hingar bingar
Seolah kita tidak mau mengerti
Seolah kita tidak mau perduli
Pura buta dan pura tuli
Mari kita hentikan
Dansa mereka
Dengan memberi pijar matahari
Dengan memberi pijar matahari
Terkurung gedung gedung tinggi
Wajah murung yang hampir mati
Biarkan mereka iri
Wajar bila mencaci maki
Napas terasa sesak bagai terkena asma
Nampak merangkak degup jantung keras berdetak
Setiap detik sepertinya hitam
Tak sanggup aku melihat
Lukamu kawan dicumbu lalat
Tak kuat aku mendengar
Jeritmu kawan melebihi dentum meriam
sapuku sapumu sapu-sapu
Posted in Uncategorized on Juli 22, 2009 by wakierTukang sapu kuli PU besar jasamu
Oh kawan
Dengan sapu ganyang sampah dan debu
Tuk sesuap makan
Hari panas hari hujan memang tantangan
Siapa bilang bukan
Namun tugas tetap jalan absen gaji melayang
Maklum kuli harian
Pernahkah tuan pikirkan
Jasa mereka
Pernahkah tuan renungkan
Harga keringatnya
Tukang sapu bawa sapu masuk di kantor
Bersihkan yang kotor
Cukong kotor mandor koruptor semua yang kotor
Awas kena sensor
Tukang sapu bawa sapu juga disapu
Kok bisa begitu
Istri iri lihat tetangga punya barang baru
Akupun begitu
Inilah manusia
Dengan segala macam warna hidupnya
Tuk mencapai bahagia
Semua jalan ditempuhnya
ngayogyakarta, never ending esia ..
Posted in Uncategorized on Juni 20, 2009 by wakierngayogyakarta atau biasa diucap jogja, sebuah kota yang tak bisa melepas begitu saja orang yang pernah datang tanpa meletakan rasa ingin kembali. bahkan untuk penulis pribadi, ingin rasanya tinggal lebih lama disana. jogja adalah sebuah kota wisata yang cukup megah, walaupun tak semegah bali tapi jogja memiliki sebuah roman khas yang pulau dewata pun tak punya. jogja memiliki rasa yang unik yang sulit (atau tak bisa) didapatkan di belahan dada bumi yang lain, apalagi jika harus mencari diluar pulau padi (jawa.red).
tetapi, walaupun begitu, jika harus menyebutkan secara kongkrit apa yang paling istimewa di jogja, penulis pun tak mampu meyebutkannya. karena begitu sulit metan(memetakan.red) 1,2 atau 3 bagian dari jogja untuk menyimpulkan bahwa disitulah magnet yang diletakan gusti Allah swt untuk membuat jogja begitu menawan. karena jogja adalah suatu kesatuan seni yang secara acak tetapi tersimpul yang (mungkin) secara kebetulan membentuk sebuah kota mahakarya seni selama berabad-abad lamanya. ada jl. malioboro yang selalu ramai oleh para pedagang, pembeli dan tentu saja pencopet.

Hamengkubuono logo
ada juga wilayah kraton yang kental dengan aura kuno dan mistik, yang siapapun pasti bisa membayangkan betapa jayanya kerajaan pecahan mataram yang makmur dibawah pimpinan sri sultan hamengkubuono I hingga sri sultan hamengkubuono X ini. belum lagi jika anda mengunjungi tamansari sebagai tempat mandi para putri keraton. walaupun sudah tak digunakan, pemandian ini terasa begitu mewah memanjakan sultan, para putri dan selir-selirnya . apalagi jika kita membayangkan bagaimana tamansari dipadukan dengan istana air(water castle) yang berada ditengah danau, yang didalam danau tersebut terdapat sebuah masjid khusus para punggawa kraton sembahyang. ada juga wisata malam SARKEM bagi orang-orang yang memang menikmati suguhan panas. bagi pecinta kuliner, jogja juga memiliki banyak sekali makanan khas, tempat makan khas dan cara makan yang khas pula. ada lotek, gudeg, nasi kucing, nasi goyang lidah dll. DAGADU, batik, perak kualitas dunia dan masih banyak lagi. dan tentu saja, ciri khas dari wilayah jogja, solo, jawa dan indonesia adalah keramahan para penduduknya yang saling menghormati dan dapat hidup harmonis walaupun sedang merasakan kondisi ekonomi yang sulit bersama negara indonesia.
wakier alcatraz
after visited jogjakarta
visit jogjakarta year 2009-kiamat
aku bangga jadi pelajar ilmu sosial
Posted in Uncategorized on Mei 26, 2009 by wakiermasa SMA adalah masa dimana kita dihadapkan oleh banyak sekali pilihan, dan seringkali pilihan kita di masa SMA menjadi penentu arah hidup kita dimasa mendatang. salah satunya adalah pemilihan jurusan pendidikan ilmu bahasa(maaf pada tulisan kali ini mugkin tidak banyak saya singgung), ilmu alam atau ilmu sosial pada SMA kelas XI. guna dari penjurusan ini adalah untuk spesialisasi siswa dalam jurusan yang diminatinya dan juga sebagai pengantar sebuah disiplin ilmu sebelum belajar di perguruan tinggi nanti.
tapi dewasa ini banyak khalayak baik para orang tua, murid dan bahkan guru menyarankan agar dalam memilih jurusan para siswa harus sebisa mungkin mendapatkan jurusan IPA di SMA. mereka berpendapat bahwa para siswa yang berhasil masuk pada penjurusan IPA adalah siswa-siswa terpilih yang sudah dijamin masa depannya, siswa-siswa yang memiliki kemampuan lebih dalam belajar dan terdepan dalam persaingan di lapangan kerja nyata kelak. sedangkan siswa-siswa yang “terjerumus” ke IPS adalah siswa-siswa yang tersisihkan dalam persaingan prestasi belajar, terbuang dari zona aman dimasa depan dan menjadi pengekor di dunia kerja. tidak, tidak seperti itu bung!
penjurusan IPA dan IPS (atau bahkan bahasa) seyogyanya adalah sederajat. karena diferensiasi jurusan di tingkat ini bukanlah diferensiasi secara vertikal melainkan secara horizontal, karena itu antara satu dengan yang lain memiliki kelebihan yang tidak dimiliki jurusan lain. yang perlu di ingat adalah jurusan IPS bukanlah sebuah subtitusi dari jurusan IPA. siswa yang memilih di IPS bukan berarti tidak mampu belajar di IPA dan “terpaksa” mengaplikasi sebuah peribahasa “tak ada rotan akar pun jadi”. bukan, bukan itu kawan !
pelajar di ips adalah salah satu generasi terbaik yang dimiliki bangsa ini, generasi yang akan membawa indonesia menuju negara yang berdaulat dan kuat. para ekonom indonesia yang akan menjadikan indonesia mengerti sistem ekonomi apa yang paling cocok dan menguntungkan bangsa ini. para ahli sejarah yang akan menggali dan mengungkap betapa jaya nya nusantara di masa lalu. para ahli geografi yang akan menjaga dan memperbaiki bumi nusantara yang kaya. para sosiolog yang akan membuat sistem sosial yang kokoh dan sesuai kepribadian bangsa yang luhur dan bergotong royong. dan masih banyak lagi lini-lini fital dimasa depan yang akan diisi oleh para pelajar ips yang dari SMA sudah diasah kemampuan verbalnya dalam berdiskusi, diuji kemampuan komunikasinya dalam presentasi dan masih banyak lagi pengasahan leadership yang sangat dibutuhkan dalam hidup bermasyarakat dimasa depan.
jadi selamat atas kalian para pelajar IPS. ibu pertiwi sedang tersenyum sambil menepuk dada, tanda bangga ketika melihat kalian menuntut ilmu. mari bersama kita busungkan dada dan teriakan “AKU BANGGA JADI PELAJAR IPS!!”
apakah boediono antek IMF?
Posted in Uncategorized on Mei 22, 2009 by wakierPencitraan terhadap Gubernur Bank Indonesia Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai orang IMF atau kaki tangan Bank Dunia sudah lama berlangsung. Hal itu diakui Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bambang Soesatyo.
“Anda tentu masih ingat bagaimana ekonom sekaliber Kwik Kian Gie menilai sejumlah ekonom kita yang selalu tunduk pada kehendak IMF maupun Bank Dunia. Kwik bahkan berkali-kali mengkritik Boediono,” kata Bambang dalam pesan singkatnya, Rabu (13/5)

mas budi dan mbak sri
Namun, apa benar keduanya orang IMF? “Kita tidak bisa secara absolut menuduh Boediono atau Sri Mulyani itu orangnya IMF atau bukan. Kita hanya bisa menilai atau merasakannya dari ke mana arah rumusan kebijakan ekonomi dan moneter kedua figur itu,” kata dia.
“Namun, selama ini pasar uang merasa nyaman dengan kepemimpinan Boediono di Bank Indonesia,” Bambang menambahkan.
IMF pernah melekat pada diri Boediono ketika melemparkan resep ekonomi IMF-Bank Dunia saat krisis moneter Indonesia 1997-1998. Ekonom Kwik Kian Gie saat itu menyoroti Boediono soal ini.
Secara terpisah, Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR RI Harry Azhar Azis mengaku sering mendengar Boediono dikaitkan dengan paham ekonomi neo-liberalisme. “Sekarang tinggal strateginya bagaimana meyakinkan fiscal policy antara macro stability dan moneter serta roda perekonomian di bawah bergerak. Itu yang harus ditunjukkan figur Pak Boediono,” kata Harry.
Menurut dia, paham neo-liberal merupakan sebuah trade mark, tetapi apakah otomatis kebijakan ekonomi yang diterapkan nantinya lebih ke neo-liberal yang memihak asing ketimbang pengusaha dalam negeri? “Saya sendiri menilai neo-liberal scara teoretis tidak selalu anti rakyat, tapi memperkecil peran negara (dalam dunia usaha),” kata Harry.
Jadi, lanjut dia, kalau peran negara diperkecil, maka intervensi pemerintah dalam mengatur perekonomian juga diperkecil. “Nah apakah misalnya intervensi pemerintah yang pro rakyat seperti kredit usaha rakyat (KUR), bantuan langsung tunai (BLT), dan sebagainya ini nanti akan menciut?” kata dia.
Paham neo-liberal cenderung lebih pro asing. Yang ditakukan sebagian kalangan paham ini akan mengenyampingkan investor lokal atau mengabaikan penggunaan produk lokal. “Pengalaman di negara lain seperti Jepang. Butuh waktu untuk menyelaraskan antara content local dengan paham neo-liberal,” kata Harry. #Dikutip dari Kompas
kontrasmu bisu
Posted in suara hati on Mei 5, 2009 by wakiertinggi pohon tinggi berderet setia lindungi
hijau rumput hijau tersebar indah sekali
terasa damai kehidupan di kampungku
kokok ayam bangunkan ku tidur tiap pagi
tinggi gedung tinggi mewah angkuh bikin iri
gubuk-gubuk liar yang resah di pinggir kali
terlihat jelas kepincangan kota ini
tangis bocah lapar bangunkan ku dari mimpi
malam
lihat dan dengarlah riuh lagu dalam pesta
diatas derita mereka masih bisa tertawa
memang ku akui kejamnya kota jakarta
namun yang kusaksikan lebih parah dari yang kusangka
jakarta oh jakarta
si kaya bertambah gila dengan harta kekayaannya
luka si miskin semakin menganga
jakarta oh jakarta
terimalah suaraku dalam kebisinganmu!
kencang teriaku semakin menghilang
jakarta oh jakarta
kau tanpar siapa saja saudaraku yang lemah
manjakan mereka yang hidup dalam kemewahan
jakarta oh jakarta
angkuhmu buahkan tanya
bisu dalam kekontrasanya
jakarta oh jakarta ..

virgiawan listanto
bel sekolah pukul 06.30 merusak generasi penerus bangsa!
Posted in suara hati dengan kaitan (tags) bel masuk, jakarta, kebijakan, macet, pelajar, pemerintah, solusi on Mei 2, 2009 by wakierPemerintah provinsi DKI jakarta yang terhormat dan kebanyakan menggunakan kendaraan pribadi ke kantor telah menelurkan sebuah kebijakan untuk mengatur jam masuk sekolah dan kerja. kebijakan ini pada awalnya dikatakan oleh pemerintah sebagai solusi untuk mengurangi kemacetan di jakarta. pemerintah beralasan bahwa jam masuk sekolah pukul 07.00 yang berbarengan dengan jam masuk kerja para pegawai kantoran adalah penyebab kemacetan di jakarta dengan prosentase 14%. walaupun sebelum kebijakan ini diterapkan sudah banyak pihak yang menanyakan efektivitas kebijakan ini, tapi pemerintah dengan congkaknya tetap memuluskan rencana pemajuan jam sekolah menjadi pukul 06.30 dan pengaturan jam kerja yang berbeda pada masing-masing wilayah dengan mengatakan sudah melalui prosedur dan survey yang teliti oleh para pakar.
tapi pada perjalanannya, pemajuan jam sekolah ini justru memperparah kemacetan di ruas-ruas jalan di ibukota. jam kemacetan menjadi semakin lama, jalan yang kemacetannya masih bisa ditoleransi menjadi macet total dan muncul titik macet baru di jalanan yang biasanya lancar.
setelah menelan kenyataan pahit dari kebijakan sembrononya, pemerintah tetap berkelit dan tidak mau mengkaji ulang kebijakannya. pemerintah yang di wakilkan oleh wakil gubernur prijanto mengubah alasannya bahwa pemajuan jam sekolah ini bertujuan membangun kepribadian para siswa agar terbiasa bangun lebih pagi sehingga kelak dikemudian hari dapat menjadi orang yang kompetitif di dunia kerja; sebuah sikap inkonsisten yang tidak patut. tapi sekali lagi alasan ini adalah alasan yang sembrono alias nggedabrus! alasan tersebut sebenarnya adalah sebuah pernyataan gamblang pemerintah yang melihat masyarakatnya bukan sebagai manusia yang punya keluarga, tujuan hidup dan tentu saja memiliki HATI dan PERASAAN. pemerintah seolah-olah menyatakan bahwa warga jakarta hanyalah sebagai robot dan komoditi bagi pendapatan kota jakarta sehingga yang perlu dipikirkan hanyalah harga jualnya.
selain itu, jika memang pemerintah ingin menaikan kualitas hidup pelajar jakarta dimasa depan, seharusnya pemerintah tidak perlu mengorbankan para siswa untuk melupakan kehidupan yang indah diwaktu pagi hanya untuk bermacet-macet ria untuk datang lebih pagi kesekolah. waktu senggang untuk bercengkrama dengan keluarga harus mereka lupakan demi kebisuan yang membosankan di angkutan umum yang terasa lama dan menyiksa karena kemacetan yang semakin hari semakin parah. waktu pagi untuk berolahraga guna mempersiapkan fisik untuk menghadapi hari yang keras di ibukota harus mereka hilangkan demi rasa capek dan ngantuk sepanjang hari. waktu sarapan yang bersama keluarga yang damai dan penting harus para pelajar hilangkan demi rasa lemas di dalam kelas. dan banyak lagi dampak negatif yang harus pelajar rasakan hanya karena ego pemerintah saat ini. dan perlu diingat bahwa dampak negatif ini akan terus membekas menjadi suatu kepribadian yang cacat dan permanen pada para pelajar sepanjang hidup mreka. karena semua dampak tersebut akan memiliki efek domino bukan hanya untuk seorang pelajar secara pribadi, tapi juga menjadi sebuah kepribadian kota jakarta. maka jangan heran jika kelak warga jakarta hanyalah menjadi ROBOT-ROBOT BERNYAWA yang sudah lagi tidak memiliki hati nurani dan jiwa sosial.
shoutout :
KAMI TIDAK BODOH, TAPI KAMI DIBODOHKAN
KAMI TIDAK LEMAH, TAPI KAMI DILEMAHKAN
KAMI TIDAK MALAS, TAPI UNTUK APA KAMI RAJIN?
TOH, SISTEM INI SUDAH MEMBEKUKAN KAMI DALAM KEBEJATAN YANG NYATA!
DENGAR KAWAN, INILAH SISTEM PEMBODOHAN!!
akief al fatih 02/05/09
kisah senang di hari selasa dan rabu (maksa!)
Posted in Uncategorized on April 27, 2009 by wakiergokil dah, gw malang melintang di dunia panggung sandiwara ne udah 17 tahun lebih 7 hari, tp baru ne gw kaget sama kemampuan gw. ternyata di balik muka gw yang memukau ne (gw kira awalnya gw bakat jadi model) ternyata gw punya kemampuan debat yang luar biasa. “ah PD lu kier!” pasti itu melintas di ubun2 lu semua. tp ndak pa2, gw maklum. tp gw bukan laki2 klo gak ngasih bukti yang kongkret ke lu ..
pagi tgl 21 april 2009
ASTAGFIRLLAH HAL ADZIM!! gw bangun kesiangan, pasti gara2 gw tdr kepagian (secara gw tidur jm 6 pagi!). gw yg punya rencana “matang” buat pergi lomba DEBAT MEMBACA APBN 2009 se-jabodetabek yang mulai registrasi ny jam 8.00 alhamdulillah bangun jam 7.59, fiuh , blum telat .. karena gw pagi itu nginep di rumah kawan tanpa persiapan terpaksa harus pontang panting pinjam seragam sekolah yg kira2 ukuran ny cucok. alhasil gw dapet di rumah temen gw di tebet tepat jm 9.00. singkat cerita gw nyampe di tempat lomba jam 11.00 (untung telat bentar doank ). eh bentar2 .. GUSTI ALLAH!! gw pake sendal ke acara kyk gini !! lanjut , slow aja .
setelah menunggu ribuan detik, akhirnya kelompok debat satu2nya dari SMAN 55 jakarta di panggil oleh mbak host yg cukup semlohai untuk berdebat di depan . perasaan senang,tegang,sedih,haru,lebay! dll hinggap di hati para juri dan moderator dan mbak host yg semlohai dan penonton ketika melihat peserta terakhir lomba debat dengan muka teler,baju compang camping kaleng rombeng, alas sendal jepit, dan muka tampan bak pangeran naik ke podioum, slow. gw harus berdebat melawan 4 SMA yg gw gk apal semua, tp salah 1 ny SMAN 54 yg kelak di kemudian hari menjadi jawara ke 1. perdebatan berjalan biasa aja, kata2 yg keluar juga gak terlalu kongkret. tp ada 1 kalimat yang gw cuplik dari mantan perdana mentri malaysia (yg mnurut gw ne kalimat yg bikin gw lolos. thx om mahattir muhammad. mmmmmuach!) “UNTUK APA ORANG BEBAS KALAU HARUS MAKAN TIKUS!”.
dan tanpa disangka, nasib memilih gw untuk lolos ke 10 besar.
oke. karena ada 4.586.971 surat pembaca yg meminta gw nglanjutin ne cerita. gw lanjutin ..
di babak 10 besar yang akhirnya sman55 mendapatkan nilai tertinggi disini, gw gak telat bro. datang tepat waktu menggunakan seragam milik pribadi dan SEPATU putih merek etnies tampur original .
format debat 1 lawan 1 sehingga membuat atmosfer perdebatan semakin “panas”. dibawah panji 55 gw berhadapan dengan “yang terhormat” sman71(yang nanti ketemu di final). perdebatan berjalan adem ayem tanpa perlawan yang berarti sampai keluar kata “non sense” dari mulut cadel punggawa 71 yang duduk ditengah ,sunarto nama ny (klo malam sunarti). non sense sebuah kata ajaib yang membuat darah gw naik ke ubun-ubun. walaupun sedikit esmosi tp gw tetap berusaha kalem dan adem ayem menanggapinya, di akhir argumen gw yang ngawur tanpa sengaja mulut gw minta membalas dengan kata “jadi, sebenarnya anda yang gak ngerti”.riuh tepuk tangan penonton terdengar di telinga-babak semifinal selesai.
dibangku penonton, ketika sman54 didaulat untuk berdebat. gw mulai serius mendengarkan lagi. topik perdebatan yang dibicarakan gak terlalu terekam di otak, yang teringat cuma yang paling banyak jawab laki-laki ditengah yang belakangan diketahui namanya gwyn walesa zima’ulhaq. gak tau kenapa terlintas pikiran, “die mulu ne ngomong, yang cwe sebelah kiri kapan ne berkoar?