Arsip untuk Mei, 2009

aku bangga jadi pelajar ilmu sosial

Posted in Uncategorized on Mei 26, 2009 by wakier

masa SMA adalah masa dimana kita dihadapkan oleh banyak sekali pilihan, dan seringkali pilihan kita di masa SMA menjadi penentu arah hidup kita dimasa mendatang. salah satunya adalah pemilihan jurusan pendidikan ilmu bahasa(maaf pada tulisan kali ini mugkin tidak banyak saya singgung), ilmu alam atau ilmu sosial pada SMA kelas XI. guna dari penjurusan ini adalah untuk spesialisasi siswa dalam jurusan yang diminatinya dan juga sebagai pengantar sebuah disiplin ilmu sebelum belajar di perguruan tinggi nanti.
tapi dewasa ini banyak khalayak baik para orang tua, murid dan bahkan guru menyarankan agar dalam memilih jurusan para siswa harus sebisa mungkin mendapatkan jurusan IPA di SMA. mereka berpendapat bahwa para siswa yang berhasil masuk pada penjurusan IPA adalah siswa-siswa terpilih yang sudah dijamin masa depannya, siswa-siswa yang memiliki kemampuan lebih dalam belajar dan terdepan dalam persaingan di lapangan kerja nyata kelak. sedangkan siswa-siswa yang “terjerumus” ke IPS adalah siswa-siswa yang tersisihkan dalam persaingan prestasi belajar, terbuang dari zona aman dimasa depan dan menjadi pengekor di dunia kerja. tidak, tidak seperti itu bung!

penjurusan IPA dan IPS (atau bahkan bahasa) seyogyanya adalah sederajat. karena diferensiasi  jurusan di tingkat ini bukanlah diferensiasi secara vertikal melainkan secara horizontal, karena itu antara satu dengan yang lain memiliki kelebihan yang tidak dimiliki jurusan lain. yang perlu di ingat adalah jurusan IPS bukanlah sebuah subtitusi dari jurusan IPA. siswa yang memilih di IPS bukan berarti tidak mampu belajar di IPA dan “terpaksa” mengaplikasi  sebuah peribahasa “tak ada rotan akar pun jadi”. bukan, bukan itu kawan !

pelajar di ips adalah salah satu generasi terbaik yang dimiliki bangsa ini, generasi yang akan membawa indonesia menuju negara yang berdaulat dan kuat. para ekonom indonesia  yang akan menjadikan indonesia mengerti sistem ekonomi apa yang paling cocok dan menguntungkan bangsa ini. para ahli sejarah yang akan menggali dan mengungkap betapa jaya nya nusantara di masa lalu. para ahli geografi yang akan menjaga dan memperbaiki bumi nusantara yang kaya. para sosiolog yang akan membuat sistem sosial yang kokoh dan sesuai kepribadian bangsa yang luhur dan bergotong royong. dan masih banyak lagi lini-lini fital dimasa depan yang akan diisi oleh para pelajar ips yang dari SMA sudah diasah kemampuan verbalnya dalam berdiskusi, diuji kemampuan komunikasinya dalam presentasi dan masih banyak lagi pengasahan leadership yang sangat dibutuhkan dalam hidup bermasyarakat dimasa depan.

jadi selamat atas kalian para pelajar IPS. ibu pertiwi sedang tersenyum sambil menepuk dada, tanda bangga ketika melihat kalian menuntut ilmu. mari bersama kita busungkan dada dan teriakan “AKU BANGGA JADI PELAJAR IPS!!”

apakah boediono antek IMF?

Posted in Uncategorized on Mei 22, 2009 by wakier

Pencitraan terhadap Gubernur Bank Indonesia Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai orang IMF atau kaki tangan Bank Dunia sudah lama berlangsung. Hal itu diakui Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bambang Soesatyo.

“Anda tentu masih ingat bagaimana ekonom sekaliber Kwik Kian Gie menilai sejumlah ekonom kita yang selalu tunduk pada kehendak IMF maupun Bank Dunia. Kwik bahkan berkali-kali mengkritik Boediono,” kata Bambang dalam pesan singkatnya, Rabu (13/5)

mas budi dan mbak sri

mas budi dan mbak sri

Namun, apa benar keduanya orang IMF? “Kita tidak bisa secara absolut menuduh Boediono atau Sri Mulyani itu orangnya IMF atau bukan. Kita hanya bisa menilai atau merasakannya dari ke mana arah rumusan kebijakan ekonomi dan moneter kedua figur itu,” kata dia.

“Namun, selama ini pasar uang merasa nyaman dengan kepemimpinan Boediono di Bank Indonesia,” Bambang menambahkan.

IMF pernah melekat pada diri Boediono ketika melemparkan resep ekonomi IMF-Bank Dunia saat krisis moneter Indonesia 1997-1998. Ekonom Kwik Kian Gie saat itu menyoroti Boediono soal ini.

Secara terpisah, Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR RI Harry Azhar Azis mengaku sering mendengar Boediono dikaitkan dengan paham ekonomi neo-liberalisme. “Sekarang tinggal strateginya bagaimana meyakinkan fiscal policy antara macro stability dan moneter serta roda perekonomian di bawah bergerak. Itu yang harus ditunjukkan figur Pak Boediono,” kata Harry.

Menurut dia, paham neo-liberal merupakan sebuah trade mark, tetapi apakah otomatis kebijakan ekonomi yang diterapkan nantinya lebih ke neo-liberal yang memihak asing ketimbang pengusaha dalam negeri? “Saya sendiri menilai neo-liberal scara teoretis tidak selalu anti rakyat, tapi memperkecil peran negara (dalam dunia usaha),” kata Harry.

Jadi, lanjut dia, kalau peran negara diperkecil, maka intervensi pemerintah dalam mengatur perekonomian juga diperkecil. “Nah apakah misalnya intervensi pemerintah yang pro rakyat seperti kredit usaha rakyat (KUR), bantuan langsung tunai (BLT), dan sebagainya ini nanti akan menciut?” kata dia.

Paham neo-liberal cenderung lebih pro asing. Yang ditakukan sebagian kalangan paham ini akan mengenyampingkan investor lokal atau mengabaikan penggunaan produk lokal. “Pengalaman di negara lain seperti Jepang. Butuh waktu untuk menyelaraskan antara content local dengan paham neo-liberal,” kata Harry. #Dikutip dari Kompas

kontrasmu bisu

Posted in suara hati on Mei 5, 2009 by wakier

tinggi pohon tinggi berderet setia lindungi
hijau rumput hijau tersebar indah sekali
terasa damai kehidupan di kampungku
kokok ayam bangunkan ku tidur tiap pagi

tinggi gedung tinggi mewah angkuh bikin iri
gubuk-gubuk liar yang resah di pinggir kali
terlihat jelas kepincangan kota ini
tangis bocah lapar bangunkan ku dari mimpi
malam

lihat dan dengarlah riuh lagu dalam pesta
diatas derita mereka masih bisa tertawa
memang ku akui kejamnya kota jakarta
namun yang kusaksikan lebih parah dari yang kusangka

jakarta oh jakarta
si kaya bertambah gila dengan harta kekayaannya
luka si miskin semakin menganga

jakarta oh jakarta
terimalah suaraku dalam kebisinganmu!
kencang teriaku semakin menghilang

jakarta oh jakarta
kau tanpar siapa saja saudaraku yang lemah
manjakan mereka yang hidup dalam kemewahan

jakarta oh jakarta
angkuhmu buahkan tanya
bisu dalam kekontrasanya

jakarta oh jakarta ..

gubuk liar

virgiawan listanto

bel sekolah pukul 06.30 merusak generasi penerus bangsa!

Posted in suara hati dengan kaitan (tags) , , , , , , on Mei 2, 2009 by wakier

Pemerintah provinsi DKI jakarta yang terhormat dan kebanyakan menggunakan kendaraan pribadi ke kantor telah menelurkan sebuah kebijakan untuk mengatur jam masuk sekolah dan kerja. kebijakan ini pada awalnya dikatakan oleh pemerintah sebagai solusi untuk mengurangi kemacetan di jakarta. pemerintah beralasan bahwa jam masuk sekolah pukul 07.00 yang berbarengan dengan jam masuk kerja para pegawai kantoran adalah penyebab kemacetan di jakarta dengan prosentase 14%.  walaupun sebelum kebijakan ini diterapkan sudah banyak pihak yang menanyakan efektivitas kebijakan ini, tapi pemerintah dengan congkaknya tetap memuluskan rencana pemajuan jam sekolah menjadi pukul 06.30 dan pengaturan jam kerja yang berbeda pada masing-masing wilayah dengan mengatakan sudah melalui prosedur dan survey yang teliti oleh para pakar.

tapi pada perjalanannya, pemajuan jam sekolah ini justru memperparah kemacetan di ruas-ruas jalan di ibukota. jam kemacetan menjadi semakin lama, jalan yang kemacetannya masih bisa ditoleransi menjadi macet total dan muncul titik macet baru di jalanan yang biasanya lancar.kartun setelah menelan kenyataan pahit dari kebijakan sembrononya, pemerintah tetap berkelit dan tidak mau mengkaji ulang kebijakannya. pemerintah yang di wakilkan oleh wakil gubernur prijanto mengubah alasannya bahwa pemajuan jam sekolah ini bertujuan membangun kepribadian  para siswa agar terbiasa bangun lebih pagi sehingga kelak dikemudian hari dapat menjadi orang yang kompetitif di dunia kerja; sebuah sikap inkonsisten yang tidak patut. tapi sekali lagi alasan ini adalah alasan yang sembrono alias nggedabrus! alasan tersebut sebenarnya adalah sebuah pernyataan gamblang pemerintah yang melihat masyarakatnya bukan sebagai manusia yang punya keluarga, tujuan hidup dan tentu saja memiliki HATI dan PERASAAN. pemerintah seolah-olah menyatakan bahwa warga jakarta hanyalah sebagai robot dan komoditi bagi pendapatan kota jakarta sehingga yang perlu dipikirkan hanyalah harga jualnya.

selain itu, jika memang pemerintah ingin menaikan kualitas hidup pelajar jakarta dimasa depan, seharusnya pemerintah tidak perlu mengorbankan para siswa untuk melupakan kehidupan yang indah diwaktu pagi hanya untuk bermacet-macet ria untuk datang lebih pagi kesekolah. waktu senggang untuk bercengkrama dengan keluarga harus mereka  lupakan demi kebisuan yang membosankan di angkutan umum yang terasa lama dan menyiksa karena kemacetan yang semakin hari semakin parah. waktu pagi untuk berolahraga guna mempersiapkan fisik untuk menghadapi hari yang keras di ibukota harus mereka hilangkan demi rasa capek dan ngantuk sepanjang hari. waktu sarapan yang bersama keluarga yang damai dan penting harus para pelajar hilangkan demi rasa lemas di dalam kelas. dan banyak lagi dampak negatif yang harus pelajar rasakan hanya karena ego pemerintah saat ini. dan perlu diingat bahwa dampak negatif ini akan terus membekas menjadi suatu kepribadian yang cacat dan permanen pada para pelajar sepanjang hidup mreka. karena semua dampak tersebut akan memiliki efek domino bukan hanya untuk seorang pelajar secara pribadi, tapi juga menjadi sebuah kepribadian kota jakarta. maka jangan heran jika kelak warga  jakarta hanyalah menjadi ROBOT-ROBOT BERNYAWA yang sudah lagi tidak memiliki hati nurani dan jiwa sosial.

shoutout :

KAMI TIDAK BODOH, TAPI KAMI DIBODOHKAN

KAMI TIDAK LEMAH, TAPI KAMI DILEMAHKAN

KAMI TIDAK MALAS, TAPI UNTUK APA KAMI RAJIN?

TOH, SISTEM INI SUDAH MEMBEKUKAN KAMI DALAM KEBEJATAN YANG NYATA!

DENGAR KAWAN, INILAH SISTEM PEMBODOHAN!!

akief al fatih 02/05/09

at cybernet sebelah POM bensin jatimakmur