bel sekolah pukul 06.30 merusak generasi penerus bangsa!

Pemerintah provinsi DKI jakarta yang terhormat dan kebanyakan menggunakan kendaraan pribadi ke kantor telah menelurkan sebuah kebijakan untuk mengatur jam masuk sekolah dan kerja. kebijakan ini pada awalnya dikatakan oleh pemerintah sebagai solusi untuk mengurangi kemacetan di jakarta. pemerintah beralasan bahwa jam masuk sekolah pukul 07.00 yang berbarengan dengan jam masuk kerja para pegawai kantoran adalah penyebab kemacetan di jakarta dengan prosentase 14%.  walaupun sebelum kebijakan ini diterapkan sudah banyak pihak yang menanyakan efektivitas kebijakan ini, tapi pemerintah dengan congkaknya tetap memuluskan rencana pemajuan jam sekolah menjadi pukul 06.30 dan pengaturan jam kerja yang berbeda pada masing-masing wilayah dengan mengatakan sudah melalui prosedur dan survey yang teliti oleh para pakar.

tapi pada perjalanannya, pemajuan jam sekolah ini justru memperparah kemacetan di ruas-ruas jalan di ibukota. jam kemacetan menjadi semakin lama, jalan yang kemacetannya masih bisa ditoleransi menjadi macet total dan muncul titik macet baru di jalanan yang biasanya lancar.kartun setelah menelan kenyataan pahit dari kebijakan sembrononya, pemerintah tetap berkelit dan tidak mau mengkaji ulang kebijakannya. pemerintah yang di wakilkan oleh wakil gubernur prijanto mengubah alasannya bahwa pemajuan jam sekolah ini bertujuan membangun kepribadian  para siswa agar terbiasa bangun lebih pagi sehingga kelak dikemudian hari dapat menjadi orang yang kompetitif di dunia kerja; sebuah sikap inkonsisten yang tidak patut. tapi sekali lagi alasan ini adalah alasan yang sembrono alias nggedabrus! alasan tersebut sebenarnya adalah sebuah pernyataan gamblang pemerintah yang melihat masyarakatnya bukan sebagai manusia yang punya keluarga, tujuan hidup dan tentu saja memiliki HATI dan PERASAAN. pemerintah seolah-olah menyatakan bahwa warga jakarta hanyalah sebagai robot dan komoditi bagi pendapatan kota jakarta sehingga yang perlu dipikirkan hanyalah harga jualnya.

selain itu, jika memang pemerintah ingin menaikan kualitas hidup pelajar jakarta dimasa depan, seharusnya pemerintah tidak perlu mengorbankan para siswa untuk melupakan kehidupan yang indah diwaktu pagi hanya untuk bermacet-macet ria untuk datang lebih pagi kesekolah. waktu senggang untuk bercengkrama dengan keluarga harus mereka  lupakan demi kebisuan yang membosankan di angkutan umum yang terasa lama dan menyiksa karena kemacetan yang semakin hari semakin parah. waktu pagi untuk berolahraga guna mempersiapkan fisik untuk menghadapi hari yang keras di ibukota harus mereka hilangkan demi rasa capek dan ngantuk sepanjang hari. waktu sarapan yang bersama keluarga yang damai dan penting harus para pelajar hilangkan demi rasa lemas di dalam kelas. dan banyak lagi dampak negatif yang harus pelajar rasakan hanya karena ego pemerintah saat ini. dan perlu diingat bahwa dampak negatif ini akan terus membekas menjadi suatu kepribadian yang cacat dan permanen pada para pelajar sepanjang hidup mreka. karena semua dampak tersebut akan memiliki efek domino bukan hanya untuk seorang pelajar secara pribadi, tapi juga menjadi sebuah kepribadian kota jakarta. maka jangan heran jika kelak warga  jakarta hanyalah menjadi ROBOT-ROBOT BERNYAWA yang sudah lagi tidak memiliki hati nurani dan jiwa sosial.

shoutout :

KAMI TIDAK BODOH, TAPI KAMI DIBODOHKAN

KAMI TIDAK LEMAH, TAPI KAMI DILEMAHKAN

KAMI TIDAK MALAS, TAPI UNTUK APA KAMI RAJIN?

TOH, SISTEM INI SUDAH MEMBEKUKAN KAMI DALAM KEBEJATAN YANG NYATA!

DENGAR KAWAN, INILAH SISTEM PEMBODOHAN!!

akief al fatih 02/05/09

at cybernet sebelah POM bensin jatimakmur

2 Tanggapan ke “bel sekolah pukul 06.30 merusak generasi penerus bangsa!”

  1. mnrt gw, klo alasan pemerintah msk skul jam 6.30 karna alasan otak kita lebih fresh, itu hanya alasan yang nggak keren. itu hanya mengurangi jam tidur kita sebagai seseorang yang membutuhkan waktu tidur sebanyak 8 jam sehari, dan waktu kita kumpul bareng keluarga juga makin sedikit. itu ja komen gw kief, maez gw terusin, ntar kepanjangan kan jadi nggak enak.

Tinggalkan Balasan