<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>suara hati pribumi</title>
	<atom:link href="http://wakier.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wakier.wordpress.com</link>
	<description>apa kabar suara hati? sudah lama tak terdengar lagi ..</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Oct 2011 03:53:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wakier.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>suara hati pribumi</title>
		<link>http://wakier.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wakier.wordpress.com/osd.xml" title="suara hati pribumi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wakier.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SURABAYA MEMBALIKAN SEJARAH (majalah TEMPO, 02 april 1988)</title>
		<link>http://wakier.wordpress.com/2010/04/30/surabaya-membalikan-sejarah-majalah-tempo-02-april-1988/</link>
		<comments>http://wakier.wordpress.com/2010/04/30/surabaya-membalikan-sejarah-majalah-tempo-02-april-1988/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 13:13:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wakier</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wakier.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[APA yang menjadi misi kita? Apa?&#8221; teriaknya keras-keras. &#8220;Membalikkan sejarah,&#8221; jawab semua pemain dengan serentak. Minggu petang itulah hari buat Persebaya. Dialog antara Agil Haji Ali, manajer tim Persebaya, dan para pemainnya mungkin terus terngiang di telinga arek-arek Suroboyo itu. Maka, sekitar 1.000 km dari kandang sendiri, di Stadion Senayan Jakarta, ditonton sekitar 80.000 penonton [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wakier.wordpress.com&amp;blog=3569552&amp;post=93&amp;subd=wakier&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>APA yang menjadi misi kita? Apa?&#8221; teriaknya keras-keras. &#8220;Membalikkan sejarah,&#8221; jawab semua pemain dengan serentak. Minggu petang itulah hari buat Persebaya. Dialog antara Agil Haji Ali, manajer tim Persebaya, dan para pemainnya mungkin terus terngiang di telinga arek-arek Suroboyo itu. Maka, sekitar 1.000 km dari kandang sendiri, di Stadion Senayan Jakarta, ditonton sekitar 80.000 penonton yang memadati stadion Senayan ditambah jutaan yang nongkrong di depan pesawat televisi, sore itu lahir juara kompetisi divisi utama perserikatan PSSI 1987-1988. Ini bukan kompetisi biasa, inilah pertandingan tahunan lambang supremasi sepak bola amatir Indonesia. Dan pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta memang menegangkan. Persebayalah yang mula-mula mencetak gol. Kemudian Persija menyamakan skor hingga pertandingan berjalan 2 x 45 menit skor 1-1 tak berubah. Perpanjangan waktu 2 x 15 menit ternyata menguntungkan Persebaya. Meski skor tipis, 3-2, resmilah pada sekitar pukul 7 malam Persebaya menjadi sang juara. Hampir sepanjang pertandingan, lengkingan trompet dan irama genderang ditabuh bertalu-talu oleh pasukan hijau pendukung fanatik Persebaya. Sebagian penonton asyik berjoget dan bernyanyi. Dan begitu wasit Zulham Yahya dari Medan meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, serentak semua pemain dan ofisial Persebaya menjerit kegirangan. Suporter fanatik Surabaya yang mengisi setengah stadion melompati pagar, masuk ke lapangan. Misbach dan Kusmanhadi, dua-duanya pelatih Persebaya, segera melakukan sujud syukur di tepi lapangan. Dan lihatlah, Ketua Umum Persebaya, yang adalah Wali Kota Surabaya Poernomo Kasidi, diangkat lalu diarak oleh para suporter. Kemenangan yang baru pecah, yang baru hangat-hangatnya, memang memancing emosi secara langsung. Dan emosi itulah yang berlanjut di Hotel Hasta, Jakarta Selatan, tempat mereka menginap. Semua tim &#8211; pemain dan ofisial berkumpul di sebuah ruangan yang terletak di lantai III di hotel itu. Hadir juga di situ Ketua Komda PSSI Jawa Timur M. Said dan Ketua DPRD provinsi itu juga, Nyonya Asri Subaryadi. Manajer tim, Agil Haji Ali, membuka pertemuan itu dengan melantunkan ayat Quran surat Wal-Ashr dengan fasih. Agil lalu mencoba meluapkan kegembiraannya dengan berpidato. Ia mengenang semangat yang ia pompakan sewaktu Persebaya turun ke Senayan. Ya, dialog &#8220;membalikkan sejarah&#8221; malam itu ia ulangi. Ditambah ini. &#8220;Kita yang menentukan, kita yang masuk final, bukan Pak Kardono, bukan tukang suap,&#8221; katanya berapi-api. &#8220;Dulu mereka yang menentukan, yang ini masuk final, yang itu masuk final. Sekarang kita balik sejarah, kita sendiri yang menentukan.&#8221; Tepuk tangan pun meledak, lalu: &#8220;Hidup Persebaya. Hidup Persebaya.&#8221; Kini Surabaya pantas menjadi kiblat persepakbolaan Indonesia &#8211; setidaknya untuk setahun ini. Ibu Cota Provinsi Jawa Timur itu tahun ini akan memiliki 3 kesebelasan juara nasional. Bond Persebaya juara perserikatan 1987-1988, Klub Suryanaga juara nasional antarklub 1988, dan Niac Mitra yang hampir dipastikan bakal menjuarai kompetisi Galatama 1987-1988, Mei nanti. Kemenangan Persebaya kini &#8211; terlepas dari &#8220;cela&#8221; yang pernah mereka perbuat dalam pertandingan sebelumnya &#8211; memang pantas diakui. Di pertandingan grand final itu anak-anak Surabaya memperlihatkan kemampuan yang sesungguhnya. Bagaikan taktik perang gerilya memancing lawan meninggalkan sarang, serangan balik uJung tombak kembar Syamsul Arifin dan Mustaqim sangat efektif. Sebaliknya, Persija juga memberikan perlawanan setimpal. Anak-anak Betawi yang memang difavoritkan menjadi juara karena para pemainnya memiliki kemampuan teknik individual yang lebih baik dibandingkan lawannya &#8211; bertarung dengan cantik dan habis-habisan. Di saat-saat terakhir hanya 4 menit sebelum pertandingan selesai, sementara skor masih 1-0 untuk Persebaya, Persija mampu menyamakan skor. Maka, pertandingan pun diperpanjang 2 x 15 menit. Dalam perpanjangan waktu Persebaya kembali unggul 3-1. Namun, Persija tetap gigih bertarung sampai saat-saat terakhir. Hanya beberapa detik sebelum peluit berakhirnya perpanjangan waktu ditiup, Persija kembali membobolkan gawang Surabaya, menipiskan kekalahan menjadi 3-2. Apa boleh buat. Sekalipun bertanding di Jakarta, Persija tak menjadi tuan rumah di kandangnya sendiri. Adakah faktor di luar lapangan permainan punya pengaruh? Kata manajer tim Persija Todung Barita, &#8220;Fanatisme dan keinginan pemain untuk membela daerah itulah yang membuat Persebaya juara. Mereka memang bermental juara.&#8221; Ia menyiratkan, tipisnya kadar fanatisme pendukung Persija membuat anak-anak Persija tak punya dorongan ekstra untuk memenangkan pertandingan, sekalipun memiliki teknik permainan yang lebih baik. Bagaimanapun, duel Persija dan Persebaya pada Minggu petang itu termasuk salah satu pertandingan terbaik dalam sejarah sepak bola Indonesia. Penonton puas. Seolah-olah dua kesebelasan yang bertarung itu &#8220;membayar utang&#8221; kepada pecandu bola. Tiga hari sebelumnya, Kamis pekan lalu, ketika Persija berjumpa Persebaya dalam babak penyisihan 6 Besar, dua kesebelasan itu sempat memperagakan sepak bola sabun yang berakhir seri 0-0. Mereka sama-sama tak ingin mengambil risiko kalah. Kedua kesebelasan tampil pas-pasan dan tak ada gairah mencetak gol. Memang. Peluang Persija dan Persebaya ke pertandingan puncak hanya bisa dipastikan kalau mereka bertanding dengan hasil seri. Sebab, bila salah satu kalah, terbuka peluang buat Persib Bandung. &#8220;Buat apa ngoyo, yang untung Persib,&#8221; kata Agil. Maka, pertandingan Persija vs. Persebaya berlangsung sangat membosankan. Bola hanya bergulir di sekitar lapangan tengah. Pertandingan yang juga diliput langsung oleh TVRI itu hampir saja berakhir dengan kericuhan. Penonton jengkel dan protes melihat ulah kesebelasan yang berlaga itu. Mereka &#8216;kan sudah membayar tiket. Dari tribun bagian atas, penonton yang tak puas melemparkan batu, bungkus minuman teh kotak, sandal, dan benda apa saja yang ada di dekatnya, ke lapangan dan tribun bagian bawah. &#8220;Bubarkan PSSI &#8230;. PSSI, kembalikan uang kami,&#8221; begitu teriak salah seorang penonton. Sebelum babak pertama berakhir secara demonstratif penonton secara rombongan meninggalkan stadion. &#8220;Baru kali ini saya melihat lebih banyak penonton yang pergi ketimbang yang datang pada saat pertandingan masih berlangsung,&#8221; kata Sekretaris Umum PSSI Nugraha Besoes. Jumlah penonton, yang semula 30.000, pada babak kedua menyusut tinggal 5.000 orang. Akhirnya, Persija vs. Persebaya dalam babak penyisihan 0-0. Aki batnya, Bandung tersingkir. &#8220;Mengecewakan. Mereka telah memperagakan sepak bola ular,&#8221; kata manajer tim Persib Wardaya, jengkel. Tapi selama pertandingan kompetisi divisi utama PSSI kini, tak cuma itu satu-satunya pertandingan yang disebut-sebut sebagai &#8220;sepak bola ular&#8221;. Kemenangan Persebaya atas Persipura juga dituding sebagai pertandingan &#8220;balas jasa&#8221;. Orang masih ingat ketika di babak 12 Besar wilayah Timur, Persebaya di kandangnya sendiri &#8220;mengalah&#8221; 12-0 dari Persipura. Itu tak lain sebagai strategi Surabaya untuk menyingkirkan seteru lamanya, PSIS Semarang. Karena kemenangan besar Persipura atas Persebaya itu, anak-anak Jayapura terkatrol ke babak 6 Besar di Senayan. &#8220;Kalau pertandingan sudah diatur, wah, ini tragedi nasional,&#8221; kata bekas kapten PSSI Sucipto Suntoro. Ini memang bukan &#8220;sepak bola ular&#8221;, tapi &#8220;sepak bola gajah&#8221;. Sebelum dimulainya babak 6 Besar, Pengurus Harian PSSI sudah melayangkan surat teguran keras kepada Persebaya. Isinya, menyayangkan ulah Persebaya yang keterlaluan dan dianggap melanggar nilai-nilai sportivitas. Tapi perbuatan yang dianggap PSSI &#8220;tak sportif&#8221; terjadi kembali dalam pertandingan Persebaya melawan Persipura di Senayan. &#8220;Balas jasa&#8221; berlangsung lagi Persebaya &#8220;dihadiahi&#8221; 4-2 oleh Persipura. PSSI tampaknya memang tak bisa berbuat banyak. &#8220;Saya cuma bisa mengelus dada,&#8221; kata Ketua Umum PSSI Kardono, yang kesal melihat semua itu. Dalam ketentuan PSSI bahkan FIFA sekalipun &#8211; memang tak diatur soal sanksi terhadap permainan sepak bola sabun. Peluang itulah yang kemudian dimanfaatkan secara luas oleh kesebelasan yang ikut dalam kompetisi divisi utama perserikatan PSSI. Mengapa? &#8220;Karena kemenangan suatu klub perserikatan tak bisa dipisahkan dengan kepentingan daerah. Kemenangan bisa berarti segalanya,&#8221; tutur Nugroho maklum. Jangan heran jika kesebelasan perserikatan yang tampil di 6 Besar didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi daerah setempat. Persib Bandung, Persiba Balikpapan, dan Persebaya Surabaya, misalnya, dipimpin langsung oleh wali kotanya masing-masing. Dan jangan gusar pula kalau untuk mencapai kemenangan segala cara akan ditempuh oleh bond-bond perserikatan yang berlaga di kompetisi. Apalagi peluangnya tersedia. Karena itu, ada yang melihat bahwa format kompetisi di babak 6 Besar ini sudah saatnya dievaluasi, guna mencegah terjadinya permainan sabun. &#8220;Sistem kompetisi memang memungkinkan untuk itu, kalau tidak diubah sistemnya,&#8221; kata E.E. Mangindaan, Ketua Harian Persebaya. PSSI pun tanggap. Dalam Sidang Pengurus Paripurna PSSI yang berlangsung pada 25-27 Maret 1988 di Hotel Orchid, Jakarta, diputuskan bahwa kompetisi divisi utama perserikatan 6 Besar PSSI untuk putaran 1990 nanti tak lagi menggunakan sistem setengah kompetisi, tapi sistem pembagian grup. Enam kesebelasan yang yang lolos ke babak final dibagi dalam dua grup. Dua teratas dari tiap grup kembali dipertandingkan dengan sistem silang. Dua pemenangnya akan bertemu di babak grand final. Keputusan lainnya, musim kompetisi divisi I dan divisi II, yang biasanya dilakukan setiap tahun sekali, kini diubah menjadi dua tahun sekali. Adakah itu telah menjamin permainan sabun bakal tersingkirkan? &#8220;Sistem apa pun tetap tidak bisa menJamin tak adanya permainan sabun,&#8221; kata Acub Zainal, Ketua Tim Penanggulangan dan Pemberantasan Masalah Suap (TPPMS). &#8220;Kalau pemain dan pengurusnya masih kurang alar, tldak punya moral, tidak punya jiwa sportivitas, ya sama saja. Permainan sepak bola sabun akan terus ada.&#8221; Acub mestinya benar. Rusaknya wajah persepakbolaan Indonesia tampaknya sudah terlalu parah. Pertandingan babak 6 Besar yang baru saja berlangsung itu malah bukan saja diwarnai permainan sabun, tetapi lebih dari itu: penyuapan. Perserikatan yang pernah digembar-gemborkan sebagai wadah pemain sepak bola murni amatir dan kebal suap, ternyata, hanya dongeng. Hampir dari semua pertandingan di babak 6 Besar itu tercium adanya perbuatan tercela tersebut. &#8220;Laporan mengenai kemungkinan itu sudah masuk sejak Jumat kemarin,&#8221; kata Acub Sabtu pekan lalu, sehari sebelum pertandingan puncak. &#8220;Sekarang TPPMS sedang bekerja mengumpulkan bahan.&#8221; Akibatnya fatal buat PSSI. Pencandu sepak bola tampaknya semakin kritis dan sudah tahu soal permainan suap dan sabun. Terbukti jumlah penonton, yang biasanya bergairah memenuhi Senayan menyaksikan pertandingan 6 Besar, menyusut drastis. Pemasukan dari hasil penjualan karcis di luar pertandingan grand final cuma mencapai Rp 391 juta jauh dari perkiraan semula, Rp 450 juta. Padahal, tahun lalu kocek PSSI masih bisa menggelembung dari penyelenggaraan 6 Besar ini dari penjualan karcis masuk terkumpul sekitar Rp 520 juta. Sorak-sorai penonton yang mengiringi kompetisi 6 Besar tahun ini memang tak segemuruh tahun-tahun sebelumnya. Tapi &#8220;perang&#8221; di luar lapangan hijau justru tahun ini berlangsung lebih seru. Rombongan bis dan mobil suporter Persebaya, yang melaju pergi dan pulang dari Jakarta lewat Semarang, harus menghadapi hujan batu. Inilah buntut permainan sabun &#8211; atau lebih dikenal dengan sepak bola gajah &#8211; yang diperagakan Persebaya ketika &#8220;mengalah&#8221; 12-0 dari Persipura, yang mengakibatkan tersisihnya PSIS Semarang. Apa pun yang terjadi Persebaya sudah membuktikan bisa &#8220;membalikkan sejarah&#8221;. Kecuali,ukuran kalah-menang dalam sepak bola bukan sekadar gol yang banyak.</p>
<p>Ahmed K. Soeriawidjaja, Bachtiar Abdullah, Budiono Darsono, Yopie Hidayat</p>
<p>(majalah TEMPO, 02 april 1988) aseli , tanpa rekayasapesan untuk bonek : kapan kita &#8220;mengembalikan&#8221; sejarah kebesaran kita dimasa lalu</p>
<p>&lt;script type=&#8221;text/javascript&#8221;&gt;<br />
var infolink_pid = 324115;<br />
var infolink_wsid = 0;<br />
&lt;/script&gt;<br />
&lt;script type=&#8221;text/javascript&#8221; src=&#8221;http://resources.infolinks.com/js/infolinks_main.js&#8221;&gt;&lt;/script&gt;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wakier.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wakier.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wakier.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wakier.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wakier.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wakier.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wakier.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wakier.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wakier.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wakier.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wakier.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wakier.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wakier.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wakier.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wakier.wordpress.com&amp;blog=3569552&amp;post=93&amp;subd=wakier&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wakier.wordpress.com/2010/04/30/surabaya-membalikan-sejarah-majalah-tempo-02-april-1988/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/318015bebf76967d64ea884d04c6fa2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wakier</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wisanggeni Membela Bonek</title>
		<link>http://wakier.wordpress.com/2010/04/21/wisanggeni-membela-bonek/</link>
		<comments>http://wakier.wordpress.com/2010/04/21/wisanggeni-membela-bonek/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 13:26:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wakier</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wakier.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[[ Minggu, 31 Januari 2010 ] Wisanggeni Mbelani Bonek SIDANG Kabinet Dewa-Dewi Jilid 2. Batara Bayu, presdirnya angin, terus-terusan merengut. Kata orang zaman sekarang, dia bete. Lha bagaimana tidak bete to, ndak ikut makan nangkanya tapi ujuk-ujuk kena pulut atau getahnya. Nangkanya adalah proyek pembuatan roket yang diuji-coba di kawasan Lumajang, Jawa Timur. Seingat Mas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wakier.wordpress.com&amp;blog=3569552&amp;post=80&amp;subd=wakier&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><a href="http://wakier.files.wordpress.com/2010/04/114630large.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-81" src="http://wakier.files.wordpress.com/2010/04/114630large.jpg?w=450" alt=""   /></a>[ Minggu, 31 Januari 2010 ]</div>
<div>Wisanggeni Mbelani Bonek</div>
<p><strong>SIDANG</strong> Kabinet Dewa-Dewi Jilid 2. Batara Bayu, presdirnya angin, terus-terusan <em>merengut</em>. Kata orang zaman sekarang, dia <em>bete.</em> <em>Lha</em> bagaimana tidak <em>bete to</em>, <em>ndak</em> ikut makan nangkanya tapi <em>ujuk-ujuk</em> kena <em>pulut</em> atau getahnya. Nangkanya adalah proyek pembuatan roket yang diuji-coba di kawasan Lumajang, Jawa Timur.</p>
<p>Seingat Mas Bayu, sepeser pun dia <em>ndak</em> dapat duit dari proyek tersebut. Baik fulus itu disambut melalui istri, anak maupun sanak-familinya. <em>Ndak </em>ada. Lalu rampunglah  proyek. Roket yang diuji tiba-tiba <em>ndak</em> ke sasaran. Keluyuran <em>sak karepe dewe</em>. Roket menggempur gubuk warga. Akibatnya penghuninya luka bakar serius bahkan kakinya harus diamputasi&#8230;dan seterusnya&#8230;</p>
<p>Eh, yang disalahkan angin.</p>
<p>&#8221;Coba, <em>Cak</em> Bayu, <em>Sampeyan eling-eling</em>,&#8221; celetuk Gareng yang jadi pramusaji di sidang kabinet. &#8221;<em>Ojir cash</em> mungkin <em>Sampeyan</em> <em>ndak</em> kecipratan dari proyek ini. Tapi siapa tahu <em>Sampeyan </em>pernah ditraktir makan di Bromo, Tretes atau lontong balap <em>nduk </em>Gubeng?&#8221;</p>
<p>Kepala Mas Bayu <em>gedek-gedek</em> tanda tak sekalipun dia pernah dapat &#8221;pembekalan&#8221; dari proyek roket tersebut. &#8221;O, pernah, pernah. Pernah aku diajak <em>cangkruk nduk </em>Pasar Atom. Makan sate. Tapi aku <em>mbayar dewe, Rek&#8230;&#8221;</em></p>
<p>Petruk yang mendampingi Gareng sebagai pramusaji sidang kabinet menekan-nekan <em>handphone-</em>nya. Setelah tersambung dengan istri Bayu, HP diberikan kepada Bayu. Dewa angin ini diminta <em>ngomong</em> langsung ke istrinya.</p>
<p>Kontan istri Mas Bayu naik pitam. Terima duit bagaimana? Kalau dia dapat duit <em>ceperan </em>dari proyek ini, buat apa dia beli alat-alat dapur yang murah-murah dari <em>Cino</em>? Panci, ember, baskom, ceret yang murah meriah bikinan Tiongkok?</p>
<p>&#8221;Aduh <em>Caaaaak Cak</em>, suamiku, Mas Bayu&#8230;Siapa yang tidak ingin <em>tetulung</em> tetangga dan <em>konco-konco</em> sendiri <em>sak</em> Nusantara yang bikin alat-alat dapur itu. Kang Sardi dari Ngawi itu bagus ceret dan baskomnya. Matrawi asal Tuban itu apik ember-<em>e.</em> Tapi <em>Sampeyan</em> <em>ndak jegos</em> cari duit. Kita mampunya beli yang murah. <em>Lha</em> yang murah-murah itu gaweannya <em>Cino. </em>Celana <em>dalem Sampeyan</em> itu juga bikinan <em>Cino.</em>&#8220;</p>
<p>Batara Guru yang memimpin sidang Kabinet Dewa-Dewi Bersatu Jilid 2 mengusir pramusaji Gareng dan Petruk. Dua panakawan yang berdasi kupu-kupu ini dianggap mengganggu konsentrasi bos Departemen Angin-anginan. Tapi, setelah Gareng dan Petruk pergi pun, bos departemen itu juga tak kunjung bisa berkonsentrasi.</p>
<p>Batara Guru kembali menegur Bayu.</p>
<p>&#8221;Ya ampun mau konsentrasi bagaimana, Pak Guru?&#8221; protes Bayu. &#8221;<em>Wong</em> jajaran dan anak buah saya dari direktorat <em>hairdryer </em>, tambal ban sampai direktorat masuk angin, tidak diajak rembukan apa-apa dalam persiapan uji coba peluncuran roket&#8230;Giliran roket mengorbankan Muhammad Nuran dan Tiamah&#8230;<em>Ujug-ujug</em> angin disalahkan&#8230;Saaaaaakit hati saya, Pak Guru, sakiiiit&#8230;&#8221;</p>
<p>***</p>
<p>Sidang Kabinet Dewa-Dewi itu sedianya akan membahas rencana pemimpin sidang, Batara Guru, untuk menerbitkan album musik ketiga berjudul <em>Ku Yakin Sampai di Sini Saja</em>. Dewa Pencabut Nyawa, Yamadipati, keberatan. Judul album itu tampak pesimistis. <em>Emangnya</em> setelah kasus Century diungkap maka selesailah sudah kepemimpinan Batara Guru? <em>Kok</em> beliau cuma, &#8221;Ku Yakin Sampai di Sini Saja&#8221;?</p>
<p>Batara Indra yang menguasai kesenian sependapat dengan sang Dewa Maut. Menurut bos Departemen Kesenian dan Jalan-Jalan (pariwisata) itu mestinya kita semua optimistis. Kalau cuma &#8221;Ku Yakin Sampai di Sini Saja&#8221; berarti Batara Guru keder. Dia <em>ketar-ketir</em> pemakzulan bisa melengserkan kekuasaannya di tengah jalan. Jangan! Harus optimistis! Mestinya judul album berisi sembilan lagu tersebut adalah <em>Ku Yakin Sampai di Sana</em>.</p>
<p>Batara Brama yang menguasai api tampak kurang puas. Kata bos Departemen si Jago Merah itu Kabinet Dewa-Dewi terlalu menjiplak judul album SBY di Nusantara, <em>Ku Yakin Sampai di Sana</em>.</p>
<p>&#8221;Kita Dewa-Dewi hendaknya tidak main contek dan main jiplak. Karena di sini tidak ada Ujian Nasional yang <em>diem-diem</em> mengharuskan kita main contek untuk mengejar kelulusan&#8230; Kita harus kasih contoh yang baik. Bukan saja di sini tidak ada Ujian Nasional, tapi di sini juga harus ada teladan kreativitas. &#8220;Ku Yakin&#8221; itu bagi saya masih ragu-ragu. Kurang tuntas seperti cara dan sifat api kalau melaksanakan tugas. Api itu <em>rawe-rawe rantas, malang-malang putung.</em> Bagaimana kalau judulnya jadi,  <em>Ku Haqqul Yakin Sampai di Sana!!!</em>&#8221;</p>
<p>Kabinet Dewa-Dewi gemuruh bertepuk tangan.</p>
<p>&#8221;Judulnya lengkap pakai tiga tanda seru?&#8221; tanya Dewa Asmara, Kamajaya.</p>
<p>&#8221;Ya!&#8221; seru Batara Brama sambil berdiri dan mengepalkan tangannya. Wah, bahana tepuk tangan <em>amboto rubuh</em> kembali memadati graha sidang tersebut. Kecuali Batara Bayu. Ketika Bagong lewat mengeluarkan pisang goreng, Bayu berbisik, &#8221;Batara Brama hepi <em>banget</em> karena tidak dijadikan kambing hitam kecelakaan uji-coba roket. Padahal korbannya <em>kan</em> terbakar. Kena api. Melepuh. Kenapa api tidak disalahkan. Kenapa <em>kok</em> cuma angin.&#8221;</p>
<p>Bagong yang juga berdasi kupu-kupu mirip Gareng-Petruk kasih kode, agar Mas Bayu bilang sendiri unek-uneknya di forum. <em>Masa </em>dewa <em>kok</em> beraninya <em>ngomong </em>di belakang.</p>
<p>Akhirnya, setelah diam sekitar setengah hari, Batara Guru angkat bicara dalam sidang Dewa-Dewi.</p>
<p>&#8221;Saya usul, agar budaya saling menyalahkan kita hapus. Kita harus bertanggung jawab untuk mencari kesalahan pada diri sendiri. <em>Reffrain </em>lagu <em>Ku Yakin Sampai di Sini Saja</em> harus memperhati&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8221;Hoooi&#8230;Judul sudah diganti <em>Ku Haqqul Yakin Sampai di Sana</em>&#8230; Kamu  tadi ikut rapat  atau <em>ngalamun</em>?&#8221; teriak Sekjen Dewa-Dewi Batara Narada.</p>
<p>Bayu: &#8221;Ya, <em>reffrain</em> lagu <em>Ku Haqqul Yakin Sampai di Sana&#8230;</em> jangan diambil dari lagu rakyat <em>Buto-buto galak solahmu lunjak-lunjak&#8230;</em>Karena melalui <em>folksong</em> itu sejak kanak-kanak kita diajari untuk menyalahkan orang lain. Dengar&#8230; <em>lha wong kowe we we sing marah marahi</em>&#8230;Bukankah itu ajaran moral pada kita untuk selalu menyalahkan pihak lain. Kalau anak kecil jatuh, yang kita pukul lantai atau kodok&#8230;Selalu yang salah pihak lain.</p>
<p>Makanya, lewat lagu <em>Ku Haqqul Yakin Sampai di Sana</em>, kita-kita yang di kahyangan ini harus kasih teladan kepada manusia di mayapada. Akar budaya tidak seluruhnya baik. Tembang dolanan <em>Buto-buto Galak</em> termasuk yang tidak baik untuk disitir dalam album. Jangan saling lempar kesalahan. Jika kasus Century terjadi di kahyangan, kita harus kasih contoh bahwa yang tanggung salah adalah pemimpin puncak: Batara Guru.</p>
<p>Bagong secara goblok-goblokan nyeletuk, &#8221;Setujuuu. Misalnya Batara Guru itu kepala sekolah, <em>masak</em> duit keluar masuk<em> </em>bendahara sekolah, kepala sekolah <em>ndak</em> tahu!?&#8221;</p>
<p>***</p>
<p>Sebetulnya Bayu <em>mangkel </em>ke Brama juga karena hal lain. Waktu putri jelita Brama, Dewi Dresonolo, dinikahi oleh Arjuna dan sudah hamil, eh Brama masih <em>ngasih</em> juga Dresonolo ketika dilamar oleh Batari Durga. Durga melamar Dresonolo untuk dinikahi oleh anak Durga, Dewasrani.</p>
<p>Ketika bayi Arjuna lahir, bayi dibuang ke kawah Candradimuka. Anehnya bayi itu tidak mati, malah tumbuh jadi ksatria yang sakti di Kahyangan Duksinageni. Orangnya sederhana. <em>Ndak</em> <em>gablek</em> duit. Lebih compang-camping dibanding bonek. Ke mana-mana praktis cuma pakai celana dalam. Ia ceplas-ceplos, <em>ngoko</em> pada siapa pun dan <em>mokong</em>. Namanya Wisanggeni. Tapi kepiawaiannya bicara sangat tinggi, bahkan Kresna saja, yang punya senjata pamungkas Cakra, tunduk, diam dan takut kalau sudah berhadapan dengan Wisanggeni.</p>
<p>Kini Wisanggeni, ksatria kesayangan sang Hyang Wenang, sudah bicara di hadapan seluruh penguasa dunia yang tertunduk. Di belakang ksatria yang suaranya tinggi dan serak-serak seperti bocah kebanyakan main itu adalah punakawan dari ribuan bonek.</p>
<p>&#8221;Kenapa kalau bonek yang bikin salah <em>kok</em> mereka yang dihukum tidak boleh jadi <em>supporter </em>4 tahun lamanya? Kenapa kesalahan tidak ditimpakan ke orang lain? Angin disalahkan dalam peluncuran roket? Menteri keuangan dan gubernur Bank Indonesia yang disalahkan dalam kasus Century. <em>Lha</em> kesalahan rajanya dikemanakan?&#8221;</p>
<p><em>&#8221;Ben </em>adil, sama-sama lempar kesalahan, kenapa dalam <em>perkoro </em>bonek ini <em>ndak</em> <em>Sampeyan salahno</em> Bung Tomo dan arek-arek Suroboyo tahun 1945. Merekalah yang mengajari pentingnya <em>nekad </em>sebagai <em>bondo</em>, sebagai modal&#8230; Ariawiraraja dan Raden Wijaya juga <em>gitu ndisik</em> pas awal-awal Majapapit <em>nduk</em> Jawa Timur. <em>Bondo nekad</em>.&#8221;</p>
<p>&#8221;Sekarang pilih mana: bonek diizinkan menyaksikan pertandingan bola di mana pun atau saya <em>cangking</em> ribuan bonek ini untuk menyaksikan pertandingan partai-partai dalam memutuskan kesimpulan akhir hasil kerja Pansus Century awal Maret di ibu kota!!!???&#8221; (*)</p>
<p><em>*) </em> <strong> <em>Sujiwo Tejo</em> </strong> <em>, tinggal di </em> <em> <span style="text-decoration:underline;">jawapos.co.id di www.sujiwotejo.com</span></em></p>
<p><em><span style="text-decoration:underline;"></p>
<div id="attachment_87" class="wp-caption alignnone" style="width: 460px"><em><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://wakier.files.wordpress.com/2010/04/arek-suroboyo-tempo-doeloe.jpg"><img class="size-full wp-image-87" title="arek suroboyo nggandol kereta jepang" src="http://wakier.files.wordpress.com/2010/04/arek-suroboyo-tempo-doeloe.jpg?w=450&#038;h=307" alt="" width="450" height="307" /></a></span></em><p class="wp-caption-text">arek suroboyo nggandol kereta jepang</p></div>
<div id="attachment_86" class="wp-caption alignnone" style="width: 460px"><em><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://wakier.files.wordpress.com/2010/04/bonek.jpg"><img class="size-full wp-image-86" title="arek suroboyo nggandol kereta bangsa sendiri" src="http://wakier.files.wordpress.com/2010/04/bonek.jpg?w=450&#038;h=281" alt="" width="450" height="281" /></a></span></em><p class="wp-caption-text">arek suroboyo nggandol kereta bangsa sendiri</p></div>
<div id="attachment_88" class="wp-caption alignnone" style="width: 265px"><em><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://wakier.files.wordpress.com/2010/04/tak-gentar-panjat-tembok-hotel-yamato.jpg"><img class="size-full wp-image-88" title="tak gentar panjat tembok hotel yamato" src="http://wakier.files.wordpress.com/2010/04/tak-gentar-panjat-tembok-hotel-yamato.jpg?w=450" alt=""   /></a></span></em><p class="wp-caption-text">tak gentar panjat tembok hotel yamato</p></div>
<div id="attachment_89" class="wp-caption alignnone" style="width: 460px"><em><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://wakier.files.wordpress.com/2010/04/tak-gentar-panjat-tembok-stadion.jpg"><img class="size-full wp-image-89" title="tak gentar panjat tembok stadion" src="http://wakier.files.wordpress.com/2010/04/tak-gentar-panjat-tembok-stadion.jpg?w=450&#038;h=675" alt="" width="450" height="675" /></a></span></em><p class="wp-caption-text">tak gentar panjat tembok stadion</p></div>
<p><a href="http://wakier.files.wordpress.com/2010/04/bung-tomo.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-90" title="bung tomo" src="http://wakier.files.wordpress.com/2010/04/bung-tomo.jpg?w=450" alt=""   /></a></span></em></p>
<p><em><span style="text-decoration:underline;"></p>
<div id="attachment_91" class="wp-caption alignnone" style="width: 340px"><em><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://wakier.files.wordpress.com/2010/04/logo-bonek.jpg"><img class="size-full wp-image-91" title="turunane bung tomo" src="http://wakier.files.wordpress.com/2010/04/logo-bonek.jpg?w=450" alt=""   /></a></span></em><p class="wp-caption-text">turunane bung tomo</p></div>
<p></span></em></p>
<p><em> </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wakier.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wakier.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wakier.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wakier.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wakier.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wakier.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wakier.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wakier.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wakier.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wakier.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wakier.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wakier.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wakier.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wakier.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wakier.wordpress.com&amp;blog=3569552&amp;post=80&amp;subd=wakier&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wakier.wordpress.com/2010/04/21/wisanggeni-membela-bonek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/318015bebf76967d64ea884d04c6fa2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wakier</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wakier.files.wordpress.com/2010/04/114630large.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://wakier.files.wordpress.com/2010/04/arek-suroboyo-tempo-doeloe.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">arek suroboyo nggandol kereta jepang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wakier.files.wordpress.com/2010/04/bonek.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">arek suroboyo nggandol kereta bangsa sendiri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wakier.files.wordpress.com/2010/04/tak-gentar-panjat-tembok-hotel-yamato.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tak gentar panjat tembok hotel yamato</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wakier.files.wordpress.com/2010/04/tak-gentar-panjat-tembok-stadion.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tak gentar panjat tembok stadion</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wakier.files.wordpress.com/2010/04/bung-tomo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bung tomo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wakier.files.wordpress.com/2010/04/logo-bonek.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">turunane bung tomo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>surat elektronik BONEK jabodetabek untuk provoke magazine</title>
		<link>http://wakier.wordpress.com/2010/04/08/surat-elektronik-bonek-jabodetabek-untuk-provoke-magazine/</link>
		<comments>http://wakier.wordpress.com/2010/04/08/surat-elektronik-bonek-jabodetabek-untuk-provoke-magazine/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 14:07:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wakier</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wakier.wordpress.com/2010/04/08/surat-elektronik-bonek-jabodetabek-untuk-provoke-magazine/</guid>
		<description><![CDATA[epada yang terhormat media cetak provoke magazine .. kami dari BONEK JABODETABEK ingin mengutarakan sedikit kekecewaan kami terhadap provoke magazine . kekecewaan kami ini sehubungan dengan tulisan pada provoke januari 2010 di halaman bertajuk macbeth X crooz tour 2009 yang di tulis oleh bangiduy. disitu ditulis &#8220;sayangnya acara hari itu dikotori dengan ulah penonton bermental [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wakier.wordpress.com&amp;blog=3569552&amp;post=79&amp;subd=wakier&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>epada yang terhormat media cetak provoke magazine ..</p>
<p>kami dari BONEK JABODETABEK ingin mengutarakan sedikit kekecewaan kami terhadap provoke magazine . kekecewaan kami ini sehubungan dengan tulisan pada provoke januari 2010 di halaman bertajuk macbeth X crooz tour 2009 yang di tulis oleh bangiduy. disitu ditulis &#8220;sayangnya acara hari itu dikotori dengan ulah penonton bermental BONEK yang merampas atribut dari personil band dan kru&#8221;. kami penasaran apa yang membuat provoke memvonis ulah seperti itu dilakukan oleh orang bermental bonek? apakah orang tersebut adalah anggota resmi dari bonek dan mempunyai KTA bonek dari mabes bonek? atau (bahkan) apakah orang tersebut memakai atribut bonek(syal,kaos,bendera,dl</p>
<div>l)? bukankah itu vonis yang sungguh menyakitkan bagi para bonek yang sedang berusaha mati-matian untuk merubah citra anarkis dari bonek itu sendiri. dan kebetulan kami dari bonek jabodetabek termasuk yang sudah berkorban waktu, tenaga dan harta demi merubah citra bonek menjadi suporter terbaik di indonesia dengan meninggalkan kesan anarkis dan &#8220;jahat&#8221;. kami yakin provoke magazine jg sangat mendukung apabila iklim sepakbola di indonesia ini menjadi kondusif dan lebih kreatif karena yang kami tau provoke selalu mengangkat tema2 positif demi indonesia yang lebih baik. lalu yang juga perlu ditanyakan adalah apa pengertian dari MENTAL BONEK itu? apakah BONEK itu sebuah kosakata didalam bahasa indonesia yang berkonotasi negatif? bukan kawan ..<br />
BONEK adalah nama suporter dari surabaya dan sekitarnya yang sangat loyal terhadap tim persebaya surabaya. bonek sendiri adalah singkatan dari bondo(modal.red) nekat . masih jauh lebih banyak bonek yang &#8220;baik&#8221;, bahkan mbah surip (alm) adalah seorang bonek yang sangat loyal, mbah pernah membuat album bertema bonek tahun 1997 dan sempat membuat video clip dari lagu berjudul &#8220;bonek&#8221; yang bisa dilihat di youtube. apakah mbah surip yang &#8220;bermental bonek&#8221; adalah seorang kriminal? kami tegaskan BONEK IS NOT A CRIME ! tapi kami rasakan bonek selalu saja disudutkan oleh media, terutama media2 yang tidak berimbang dalam pemberitaannya(kami yakin provoke adalah media yang berasas berita yang berimbang). jika ada kerusuhan selalu kami yang disudutkan, padahal belum tentu kami yang berulah. jika suatu saat terjadi hal buruk yang terjadi di jakarta apakah provoke akan menulis orang tersebut bermental thejak? tentu tidak.</p>
<p>oleh karena itu kami mohon kesediaan provoke magazine untuk mengklarivikasi artikel tersebut pada edisi selanjutnya agar tidak terjadi kesalahpahaman pada para pembaca. tentu kami BONEK JABODETABEK yang hanya beranggota 200an orang tak akan mampu menjelaskan kepada semua pembaca provoke tentang artikel ini. saya pribadi adalah seorang anak SMA tepatnya SMAN 55 jkt yang sampai berbusa menjelaskan kepada teman2 yang terpengaruh dengan tulisan provoke ini . kami berharap provoke magazine mau membantu kami menyampaikan positif ini .kami sadar kami memang tak punya kekuatan hukum yang cukup untuk bersikap represif terhadap provoke, tapi kami yakin semua media yang baik pasti mempunyai beban moral untuk mempertanggungjawabkan tulisannya ..</p>
<p>TANPA ANARKI TAPI BERNYALI</p>
<p>salam 1 nyali : BERANI !</p></div>
<div></div>
<div>akief alfatih @ warnet depan pom bensin jatikramat</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wakier.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wakier.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wakier.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wakier.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wakier.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wakier.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wakier.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wakier.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wakier.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wakier.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wakier.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wakier.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wakier.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wakier.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wakier.wordpress.com&amp;blog=3569552&amp;post=79&amp;subd=wakier&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wakier.wordpress.com/2010/04/08/surat-elektronik-bonek-jabodetabek-untuk-provoke-magazine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/318015bebf76967d64ea884d04c6fa2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wakier</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>belajar dalam dan dari kehidupan</title>
		<link>http://wakier.wordpress.com/2010/03/29/belajar-dalam-dan-dari-kehidupan/</link>
		<comments>http://wakier.wordpress.com/2010/03/29/belajar-dalam-dan-dari-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 14:48:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wakier</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wakier.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[jika kita mendengar kata “belajar” maka kita akan segera berpikir tentang sekolah, kelas, kursus, kuliah dan hal-hal seputar pembelajaran formal .  padahal arti dari belajar jauh lebih luas dari itu. Belajar merupakan proses alamiah dari semua manusia . kita dapat berjalan, berbicara, bersepeda  dan menjadi seperti sekarang ini karena kita telah melewati berbagai proses belajar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wakier.wordpress.com&amp;blog=3569552&amp;post=76&amp;subd=wakier&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>jika kita mendengar kata “belajar” maka kita akan segera berpikir tentang sekolah, kelas, kursus, kuliah dan hal-hal seputar pembelajaran formal .  padahal arti dari belajar jauh lebih luas dari itu. Belajar merupakan proses alamiah dari semua manusia . kita dapat berjalan, berbicara, bersepeda  dan menjadi seperti sekarang ini karena kita telah melewati berbagai proses belajar dalam kehidupan , walaupun terkadang hal ini tidak kita sadari. Manusia sebagai karya Tuhan yang paling sempurna merupakan makhluk yang paling cerdas diantara semua makhluk di dunia ini karena kita tidak hanya dibebankan hawa nafsu belaka. Kita juga di amanahkan oleh Allah SWT akal yang bertujuan tidak lain dan tidak bukan agar kita manusia bisa belajar.</p>
<p>Sering kali dalam kehidupan kita yang singkat ini kita tidak mau melakukan sesuatu karena takut melakukan kesalahan. Ini merupakan sebuah perilaku yang kurang bijak saudaraku . melakukan kesalahan merupakan bagian dari sebuah mekanisme raksasa dalam sebuah proses pembelajaran. Karena jika kita melakukan suatu kesalahan, kita akan belajar bahwa hal yang kita lakukan itu adalah salah. Kemudian tentu saja secara otomatis kita akan belajar untuk tidak melakukan hal yang sama dan segera memperbaikinya menjadi suatu perbuatan yang benar. Jangan takut melakukan kesalahan saudaraku, bahkan kesalahan yang besar sekalipun. Karena lebih baik kita melakukan kesalahan besar yang menampar kita dengan keras yang membuat kita sadar itu adalah salah dan kita berusaha untuk memperbaikinya, dari pada melakukan hal benar tapi kecil yang sama sekali tidak berarti walaupun bagi diri kita sendiri.saudaraku, tetapi janganlah kalian berpikir untuk melakukan sendiri semua kesalahan agar anda bisa belajar. Ingatlah bahwa hidup anda terlalu singkat untuk melakukan semua kesalahan itu dan kemudian memperbaikinya. Belajarlah dari kesalahan yang dilakukan orang lain dan atau belajarlah dari mereka yang sudah menemukan kebenaran</p>
<p>Demikian sedikit nasehat yang bisa saya sampaikan dalam pidato singkat kali ini , kurang lebihnya mohon maaf . Ambilah yang baik dan tinggalkan yang buruk(tapi jangan diaplikasiin dimasjid ya. hhe) karena yang benar datangnya dari Allah dan yang salah datangnya dari saya pribadi .</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum Wr.Wb.</p>
<p>akief alfatih at warnet baru seputar duta indah raya merdeka-merdeka!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wakier.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wakier.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wakier.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wakier.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wakier.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wakier.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wakier.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wakier.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wakier.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wakier.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wakier.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wakier.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wakier.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wakier.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wakier.wordpress.com&amp;blog=3569552&amp;post=76&amp;subd=wakier&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wakier.wordpress.com/2010/03/29/belajar-dalam-dan-dari-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/318015bebf76967d64ea884d04c6fa2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wakier</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>indonesia dan malaysia di mata sejarah</title>
		<link>http://wakier.wordpress.com/2009/09/05/indonesia-dan-malaysia-di-mata-sejarah/</link>
		<comments>http://wakier.wordpress.com/2009/09/05/indonesia-dan-malaysia-di-mata-sejarah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 14:26:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wakier</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wakier.wordpress.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[lagi ditulis di draft . tunggu rilis ny ..<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wakier.wordpress.com&amp;blog=3569552&amp;post=71&amp;subd=wakier&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>lagi ditulis di draft . tunggu rilis ny ..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wakier.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wakier.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wakier.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wakier.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wakier.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wakier.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wakier.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wakier.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wakier.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wakier.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wakier.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wakier.wordpress.com/71/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wakier.wordpress.com/71/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wakier.wordpress.com/71/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wakier.wordpress.com&amp;blog=3569552&amp;post=71&amp;subd=wakier&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wakier.wordpress.com/2009/09/05/indonesia-dan-malaysia-di-mata-sejarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/318015bebf76967d64ea884d04c6fa2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wakier</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>dari tepi sebuah jurang</title>
		<link>http://wakier.wordpress.com/2009/09/05/dari-tepi-sebuah-jurang/</link>
		<comments>http://wakier.wordpress.com/2009/09/05/dari-tepi-sebuah-jurang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 13:59:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wakier</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wakier.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[dari tepi sebuah jurang aku melihat putih dan hitam tersandung akar menginjak langit jatuh di khatulistiwa indonesia .. dari tepi sebuah jurang aku coba selami lautan terlempar badai kemiskinan coba lawan kemiskinan terbentur karang kebodohan coba tembus kebodohan tersayat angin kelaparan coba tahan itu lapar mati .. dari tepi sebuah jurang aku sudah capek melawan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wakier.wordpress.com&amp;blog=3569552&amp;post=68&amp;subd=wakier&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dari tepi sebuah jurang<br />
aku<br />
melihat putih dan hitam<br />
tersandung akar<br />
menginjak langit<br />
jatuh di khatulistiwa<br />
indonesia ..</p>
<p>dari tepi sebuah jurang<br />
aku<br />
coba selami lautan<br />
terlempar badai kemiskinan<br />
coba lawan kemiskinan<br />
terbentur karang kebodohan<br />
coba tembus kebodohan<br />
tersayat angin kelaparan<br />
coba tahan itu lapar<br />
mati ..</p>
<p>dari tepi sebuah jurang<br />
aku<br />
sudah capek melawan<br />
istirahat saja atau selamanya<br />
lebih asyik ikut arus ini<br />
biar sampai ke hilir<br />
biar busuk aku disana</p>
<p>lalu aku terjun ke dalam jurang ,</p>
<p>belum nampak dasarnya aku sudah bertemu marah arwah para pahlawan</p>
<p>bung tomo maju berhadapku</p>
<p>seperti pidatonya di 10 november ia menggelegar</p>
<p>&#8221; hei bung, kami berjuang bukan untuk melihat bung menyerah disini. kami berjuang agar bung melanjutkannya diatas sana!&#8221;</p>
<p>tak apalah aku tak sampai kehilir<br />
akan kubuat perahu untukmu</p>
<div id="attachment_69" class="wp-caption alignleft" style="width: 459px"><img class="size-full wp-image-69" title="bung tomo is my inspiration" src="http://wakier.files.wordpress.com/2009/09/10112008006001wr1.jpg?w=450" alt="bangkit! lawan apa yang musti dilawan?!"   /><p class="wp-caption-text">bangkit! lawan apa yang musti dilawan?!</p></div>
<p>akief al-fatih<br />
25/08/09<br />
warnet depan pom bensin jatikramat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wakier.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wakier.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wakier.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wakier.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wakier.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wakier.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wakier.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wakier.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wakier.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wakier.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wakier.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wakier.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wakier.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wakier.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wakier.wordpress.com&amp;blog=3569552&amp;post=68&amp;subd=wakier&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wakier.wordpress.com/2009/09/05/dari-tepi-sebuah-jurang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/318015bebf76967d64ea884d04c6fa2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wakier</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wakier.files.wordpress.com/2009/09/10112008006001wr1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bung tomo is my inspiration</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>berikan pijar matahari</title>
		<link>http://wakier.wordpress.com/2009/07/29/berikan-pijar-matahari/</link>
		<comments>http://wakier.wordpress.com/2009/07/29/berikan-pijar-matahari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 12:54:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wakier</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wakier.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Terhimpit gelak tertawa Diselah meriah pesta Seribu gembel ikut menari Seribu gembel terus bernyanyi Keras melebihi lagu tuk berdansa Keras melebihi gelegar halilintar Yang ganas menyambar Kuyakin pasti terlihat Dansa mereka begitu dekat Kuyakin pasti terdengar Nyanyi mereka yang hingar bingar Seolah kita tidak mau mengerti Seolah kita tidak mau perduli Pura buta dan pura [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wakier.wordpress.com&amp;blog=3569552&amp;post=66&amp;subd=wakier&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>Terhimpit gelak tertawa<br />
Diselah meriah pesta<br />
Seribu gembel ikut menari<br />
Seribu gembel terus bernyanyi</p>
<p>Keras melebihi lagu tuk berdansa<br />
Keras melebihi gelegar halilintar<br />
Yang ganas menyambar</p>
<p>Kuyakin pasti terlihat<br />
Dansa mereka begitu dekat<br />
Kuyakin pasti terdengar<br />
Nyanyi mereka yang hingar bingar</p>
<p>Seolah kita tidak mau mengerti<br />
Seolah kita tidak mau perduli<br />
Pura buta dan pura tuli</p>
<p>Mari kita hentikan<br />
Dansa mereka<br />
Dengan memberi pijar matahari<br />
Dengan memberi pijar matahari</p>
<p>Terkurung gedung gedung tinggi<br />
Wajah murung yang hampir mati<br />
Biarkan mereka iri<br />
Wajar bila mencaci maki</p>
<p>Napas terasa sesak bagai terkena asma<br />
Nampak merangkak degup jantung keras berdetak<br />
Setiap detik sepertinya hitam</p>
<p>Tak sanggup aku melihat<br />
Lukamu kawan dicumbu lalat<br />
Tak kuat aku mendengar<br />
Jeritmu kawan melebihi dentum meriam</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wakier.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wakier.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wakier.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wakier.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wakier.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wakier.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wakier.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wakier.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wakier.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wakier.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wakier.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wakier.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wakier.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wakier.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wakier.wordpress.com&amp;blog=3569552&amp;post=66&amp;subd=wakier&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wakier.wordpress.com/2009/07/29/berikan-pijar-matahari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/318015bebf76967d64ea884d04c6fa2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wakier</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sapuku sapumu sapu-sapu</title>
		<link>http://wakier.wordpress.com/2009/07/22/sapuku-sapumu-sapu-sapu/</link>
		<comments>http://wakier.wordpress.com/2009/07/22/sapuku-sapumu-sapu-sapu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 14:07:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wakier</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wakier.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Tukang sapu kuli PU besar jasamu Oh kawan Dengan sapu ganyang sampah dan debu Tuk sesuap makan Hari panas hari hujan memang tantangan Siapa bilang bukan Namun tugas tetap jalan absen gaji melayang Maklum kuli harian Pernahkah tuan pikirkan Jasa mereka Pernahkah tuan renungkan Harga keringatnya Tukang sapu bawa sapu masuk di kantor Bersihkan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wakier.wordpress.com&amp;blog=3569552&amp;post=63&amp;subd=wakier&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tukang sapu kuli PU besar jasamu<br />
Oh kawan<br />
Dengan sapu ganyang sampah dan debu<br />
Tuk sesuap makan</p>
<p>Hari panas hari hujan memang tantangan<br />
Siapa bilang bukan<br />
Namun tugas tetap jalan absen gaji melayang<br />
Maklum kuli harian</p>
<p>Pernahkah tuan pikirkan<br />
Jasa mereka<br />
Pernahkah tuan renungkan<br />
Harga keringatnya</p>
<p>Tukang sapu bawa sapu masuk di kantor<br />
Bersihkan yang kotor<br />
Cukong kotor mandor koruptor semua yang kotor<br />
Awas kena sensor</p>
<p>Tukang sapu bawa sapu juga disapu<br />
Kok bisa begitu<br />
Istri iri lihat tetangga punya barang baru<br />
Akupun begitu</p>
<p>Inilah manusia<br />
Dengan segala macam warna hidupnya<br />
Tuk mencapai bahagia<br />
Semua jalan ditempuhnya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wakier.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wakier.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wakier.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wakier.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wakier.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wakier.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wakier.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wakier.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wakier.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wakier.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wakier.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wakier.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wakier.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wakier.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wakier.wordpress.com&amp;blog=3569552&amp;post=63&amp;subd=wakier&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wakier.wordpress.com/2009/07/22/sapuku-sapumu-sapu-sapu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/318015bebf76967d64ea884d04c6fa2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wakier</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ngayogyakarta, never ending esia ..</title>
		<link>http://wakier.wordpress.com/2009/06/20/ngayogyakarta-never-ending-esia/</link>
		<comments>http://wakier.wordpress.com/2009/06/20/ngayogyakarta-never-ending-esia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 15:45:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wakier</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wakier.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[ngayogyakarta atau biasa diucap jogja, sebuah kota yang tak bisa melepas  begitu saja orang yang pernah datang tanpa meletakan rasa ingin kembali. bahkan untuk penulis pribadi, ingin rasanya  tinggal lebih lama  disana.  jogja adalah sebuah kota wisata yang cukup megah, walaupun tak semegah bali tapi jogja memiliki sebuah roman khas yang pulau dewata pun tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wakier.wordpress.com&amp;blog=3569552&amp;post=59&amp;subd=wakier&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ngayogyakarta atau biasa diucap jogja, sebuah kota yang tak bisa melepas  begitu saja orang yang pernah datang tanpa meletakan rasa ingin kembali. bahkan untuk penulis pribadi, ingin rasanya  tinggal lebih lama  disana.  jogja adalah sebuah kota wisata yang cukup megah, walaupun tak semegah bali tapi jogja memiliki sebuah roman khas yang pulau dewata pun tak punya. jogja memiliki rasa yang unik yang sulit (atau tak bisa) didapatkan di belahan <span style="text-decoration:line-through;">dada</span> bumi yang lain, apalagi jika harus mencari diluar pulau padi (jawa.red).</p>
<p>tetapi, walaupun begitu, jika harus menyebutkan secara kongkrit apa yang paling istimewa di jogja, penulis pun tak mampu meyebutkannya. karena begitu sulit <em>metan</em>(memetakan.red) 1,2 atau 3 bagian dari jogja untuk menyimpulkan bahwa disitulah magnet yang diletakan gusti Allah swt untuk membuat jogja begitu menawan. karena jogja adalah suatu kesatuan seni yang secara acak tetapi tersimpul yang (mungkin) secara kebetulan membentuk sebuah kota mahakarya seni selama berabad-abad lamanya. ada jl. malioboro yang selalu ramai oleh para pedagang, pembeli dan tentu saja pencopet.</p>
<div id="attachment_60" class="wp-caption alignleft" style="width: 110px"><img class="size-full wp-image-60" title="HB" src="http://wakier.files.wordpress.com/2009/06/images.jpeg?w=450" alt="Hamengkubuono logo"   /><p class="wp-caption-text">Hamengkubuono logo</p></div>
<p>ada juga wilayah kraton yang kental dengan aura kuno dan mistik, yang siapapun pasti bisa membayangkan betapa jayanya kerajaan pecahan mataram yang makmur dibawah pimpinan sri sultan hamengkubuono I hingga sri sultan hamengkubuono X ini. belum lagi jika anda mengunjungi tamansari sebagai tempat mandi para putri keraton. walaupun sudah tak digunakan, pemandian ini terasa begitu mewah memanjakan sultan, para putri dan selir-selirnya . apalagi jika kita membayangkan bagaimana tamansari dipadukan dengan istana air(water castle) yang berada ditengah danau, yang didalam danau tersebut terdapat sebuah masjid khusus para punggawa kraton sembahyang. ada juga wisata malam SARKEM bagi orang-orang yang memang menikmati suguhan panas. bagi pecinta kuliner, jogja juga memiliki banyak sekali makanan khas, tempat makan khas dan cara makan yang khas pula. ada lotek, gudeg, nasi kucing, nasi goyang lidah dll. DAGADU, batik, perak kualitas dunia dan masih banyak lagi.  dan tentu saja, ciri khas dari wilayah jogja, solo, jawa dan indonesia adalah keramahan para penduduknya yang saling menghormati dan dapat hidup harmonis walaupun sedang merasakan kondisi ekonomi yang sulit bersama negara indonesia.</p>
<p>wakier alcatraz</p>
<p>after visited jogjakarta</p>
<p>visit jogjakarta year 2009-kiamat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wakier.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wakier.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wakier.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wakier.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wakier.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wakier.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wakier.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wakier.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wakier.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wakier.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wakier.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wakier.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wakier.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wakier.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wakier.wordpress.com&amp;blog=3569552&amp;post=59&amp;subd=wakier&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wakier.wordpress.com/2009/06/20/ngayogyakarta-never-ending-esia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/318015bebf76967d64ea884d04c6fa2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wakier</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wakier.files.wordpress.com/2009/06/images.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">HB</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>aku bangga jadi pelajar ilmu sosial</title>
		<link>http://wakier.wordpress.com/2009/05/26/aku-bangga-menjadi-pelajar-ilmu-sosial/</link>
		<comments>http://wakier.wordpress.com/2009/05/26/aku-bangga-menjadi-pelajar-ilmu-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 14:15:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wakier</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wakier.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[masa SMA adalah masa dimana kita dihadapkan oleh banyak sekali pilihan, dan seringkali pilihan kita di masa SMA menjadi penentu arah hidup kita dimasa mendatang. salah satunya adalah pemilihan jurusan pendidikan ilmu bahasa(maaf pada tulisan kali ini mugkin tidak banyak saya singgung), ilmu alam atau ilmu sosial pada SMA kelas XI. guna dari penjurusan ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wakier.wordpress.com&amp;blog=3569552&amp;post=29&amp;subd=wakier&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>masa SMA adalah masa dimana kita dihadapkan oleh banyak sekali pilihan, dan seringkali pilihan kita di masa SMA menjadi penentu arah hidup kita dimasa mendatang. salah satunya adalah pemilihan jurusan pendidikan ilmu bahasa(maaf pada tulisan kali ini mugkin tidak banyak saya singgung), ilmu alam atau ilmu sosial pada SMA kelas XI. guna dari penjurusan ini adalah untuk spesialisasi siswa dalam jurusan yang diminatinya dan juga sebagai pengantar sebuah disiplin ilmu sebelum belajar di perguruan tinggi nanti.<br />
tapi dewasa ini banyak khalayak baik para orang tua, murid dan bahkan guru menyarankan agar dalam memilih jurusan para siswa harus sebisa mungkin mendapatkan jurusan IPA di SMA. mereka berpendapat bahwa para siswa yang berhasil masuk pada penjurusan IPA adalah siswa-siswa terpilih yang sudah dijamin masa depannya, siswa-siswa yang memiliki kemampuan lebih dalam belajar dan terdepan dalam persaingan di lapangan kerja nyata kelak. sedangkan siswa-siswa yang &#8220;terjerumus&#8221; ke IPS adalah siswa-siswa yang tersisihkan dalam persaingan prestasi belajar, terbuang dari zona aman dimasa depan dan menjadi pengekor di dunia kerja. tidak, tidak seperti itu bung!</p>
<p>penjurusan IPA dan IPS (atau bahkan bahasa) seyogyanya adalah sederajat. karena diferensiasi  jurusan di tingkat ini bukanlah diferensiasi secara vertikal melainkan secara horizontal, karena itu antara satu dengan yang lain memiliki kelebihan yang tidak dimiliki jurusan lain. yang perlu di ingat adalah <strong>jurusan IPS bukanlah sebuah subtitusi dari jurusan IPA</strong>. siswa yang memilih di IPS bukan berarti tidak mampu belajar di IPA dan &#8220;terpaksa&#8221; mengaplikasi  sebuah peribahasa &#8220;tak ada rotan akar pun jadi&#8221;. bukan, bukan itu kawan !</p>
<p>pelajar di ips adalah salah satu generasi terbaik yang dimiliki bangsa ini, generasi yang akan membawa indonesia menuju negara yang berdaulat dan kuat. para ekonom indonesia  yang akan menjadikan indonesia mengerti sistem ekonomi apa yang paling cocok dan menguntungkan bangsa ini. para ahli sejarah yang akan menggali dan mengungkap betapa jaya nya nusantara di masa lalu. para ahli geografi yang akan menjaga dan memperbaiki bumi nusantara yang kaya. para sosiolog yang akan membuat sistem sosial yang kokoh dan sesuai kepribadian bangsa yang luhur dan bergotong royong. dan masih banyak lagi lini-lini fital dimasa depan yang akan diisi oleh para pelajar ips yang dari SMA sudah diasah kemampuan verbalnya dalam berdiskusi, diuji kemampuan komunikasinya dalam presentasi dan masih banyak lagi pengasahan leadership yang sangat dibutuhkan dalam hidup bermasyarakat dimasa depan.</p>
<p>jadi selamat atas kalian para pelajar IPS. ibu pertiwi sedang tersenyum sambil menepuk dada, tanda bangga ketika melihat kalian menuntut ilmu. mari bersama kita busungkan dada dan teriakan &#8220;AKU BANGGA JADI PELAJAR IPS!!&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wakier.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wakier.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wakier.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wakier.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wakier.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wakier.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wakier.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wakier.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wakier.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wakier.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wakier.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wakier.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wakier.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wakier.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wakier.wordpress.com&amp;blog=3569552&amp;post=29&amp;subd=wakier&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wakier.wordpress.com/2009/05/26/aku-bangga-menjadi-pelajar-ilmu-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/318015bebf76967d64ea884d04c6fa2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wakier</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
